Gaji Bupati dan Walikota Indonesia 2013 Akan Naik

shares |

Gaji Bupati dan Walikota Indonesia 2013 Akan Naik - JAKARTA, (PRLM).-Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono berkomitmen menaikkan gaji bupati dan walikota di Indonesia. Kenaikan gaji itu sesuai dengan kewajiban dan tugas moral yang telah dijalankan oleh para bupati/walikota.

Ia menilai pemerintah telah bertindak tidak adil karena tidak menaikkan gaji bupati/walikota selama delapan tahun terakhir ini.

Presiden mengatakan itu ketika membuka Rakernas Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Grand Sahid Jaya, Jln. Jend. Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (20/2).

Untuk itu, ia telah menugaskan Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri untuk menghitung skema kenaikan gaji tersebut. Ia menilai kenaikan gaji itu bisa diimplementasikan dalam waktu dekat karena masih dalam jangkauan APBN.

“Beberapa pejabat negara juga sudah naik cukup tinggi. Oleh karena itu menjadi tidak adil kalau gaji bupati, walikota gubernur tidak naik-naik setelah delapan tahun ini,” ujarnya.
Mengacu pada Keputusan Presiden No.68 tahun 2001 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Tertentu, gaji pokok Bupati dan Wali Kota, hanya Rp 2,1 juta.

Tunjangan yang diberikan setiap bulan bagi Bupati dan Wali Kota hanya Rp 3,78 juta. Secara keseluruhan, setiap bulan para Bupati dan Wali Kota hanya menerima gaji sebesar Rp 5,88 juta.

Sementara, Wakil Bupati dan Wakil Walikota, hanya menerima gaji pokok sebesar Rp 1,8 juta dengan tunjangan per bulan sebesar Rp 3,24 juta. Total jumlah penerimaan setiap bulan wakil Bupati dan Wakil Wali Kota hanya Rp 5,04 juta.

Mengacu Keppres yang sama, gaji pokok Gubernur hanya Rp 3 juta. Sementara untuk tunjangan jabatan yang diatur melalui Keppres No.59 tahun 2003 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara di Lingkungan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara, tunjangan jabatan gubernur sekitar Rp 5,4 juta.

Dengan demikian, total gaji yang diterima seorang Gubernur Rp 8,4 juta. Sedangkan untuk gaji pokok Wakil Gubernur sekitar Rp 2,4 juta. Tunjangan untuk Wakil Gubernur hanya Rp 4,32 juta. Dengan demikian, total gaji yang diterima Wakil Gubernur setiap bulan hanya Rp 6,72 juta.

Pada kesempatan itu, presiden meminta para bupati atau walikota di seluruh tanah air agar lebih sering blusukan sebagaimana yang sering dilakukannya selama ini.Blusukan yang dimaksud yaitu dalam rangka untuk pengawasan implementasi kebijakan.

“Jangan model Asal Bapak Senang (ABS), pemimpin di belakang meja, pemimpin terima bersih, tidak mau kotor, tidak mau kena lumpur, tidak mau kepanasan, tidak mau kehujanan,” katanya.

Ia mengaku sering menerima keluhan dari bupati, walikota, dan gubernur. Ada yang merasa berat jadi bupati, disalahkan terus, maju kena mundur kena, termasuk disalahkan oleh DPRD dan pers. Euforia reformasi belum selesai dan ia merasa semua kebijakan dan program dianggap salah dan gagal semua.

“Kalau Bupati, Gubernur hanya dihujat selama 3 (tiga) tahun oleh rakyat di daerahnya sendiri, saya yang nyalahkan, yang menghujat seluruhrakyat Indonesia, dan sudah lebih 8 tahun,” ucapnya.

Presiden SBY menegaskan, kalau dirinya kuat, maka Bupati dan Walikota juga harus kuat, yang penting tetap berikhtiar untuk rakyat.

“Hampir pasti ada permasalahan tantangan, hambatan. Tapi sudahlah jalankan semuanya itu, lalui, hadapi, pasti hasilnya lebih baik daripada putus asa, menyerah, atau ikut larut dalam konflik, hajar menghajar, serang menyerang seperti itu,” tuturnya.

Related Posts