Kebakaran Besar Pasar Rawa Indah Bontang

shares |

Kebakaran Besar Pasar Rawa Indah Bontang - Kebakaran melanda Pasar Rawa Indah, kawasan Tanjung Laut, kota Bontang, Kalimantan Timur, Rabu malam. Ratusan petak kios pedagang ludes terbakar dan kerugian ditaksir miliaran rupiah.

Keterangan dihimpun, kobaran api berlangsung sejak pukul 20.25 WITA, Rabu (12/6/2013). Pasar tersebut merupakan pasar induk tradisional terbesar di kota Bontang. Padatnya petak kios, membuat api dengan mudah menyambar ke petak kios lainnya.

"Iya, ini kebakaran besar di pasar tradisional terbesar di Bontang. Tidak menyangka kalau kebakarannya sebesar ini," kata warga Bontang, Syaifullah, ketika dihubungi detikcom, Rabu (12/6/2013) malam.


Menurut dia, belasan unit pemadam terlihat berupaya keras memadamkan api, yang menyambar petak kios pedagang dan umumnya terbuat dari kayu. Hingga 1 jam kemudian, pemadaman masih berlangsung.

"Saya melihatnya areal yang terbakar semakin meluas. Mudah-mudahan bisa cepat padam," ujar Syafullah.

Wakapolresta Bontang Kompol I Nyoman Mertha Dana membenarkan peristiwa kebakaran itu. Menurut dia, petugas pemadam baik itu dari PT Badak LNG, PT Pupuk Kaltim maupun dari Pemkot Bontang hingga pihak swasta lainnya, masih melakukan upaya pemadaman di lokasi.

"Ini pasar tradisional terbesar di kota Bontang. Ada ratusan petak yang hangus. Saya dan Pak Wali Kota Bontang (Adi Dharma) masih di lokasi," kata Nyoman.

Menurut Nyoman, diduga kuat kobaran api disebabkan hubungan arus pendek (korsleting) listrik di salah satu petak kios pedagang, sehingga dengan cepat meluas ke petak lainnya.

"Dugaan awal penyebabnya adalah korsleting listrik. Korban nihil," ujar Nyoman.

Ditanya lebih jauh apakah tiupan angin kencang turut menyebabkan kobaran api cepat meluas dan belum bisa dikendalikan hingga 1 jam kemudian, Nyoman menilai itu bukan menjadi penyebab api berkobar sedemikian hebat.

"Angin kencang sih tidak ya. Cuman memang petak-petak kios pedagang ini petak terbuka, tidak bersekat. Tapi memang pasar yang cukup padat. Kerugian sementara ditaksir miliaran rupiah," tutup Nyoman.

Related Posts