Kisah Hantu Jam Delapan Malam

shares |

Kisah Hantu Jam Delapan Malam - Aku dapat cerita hantu ini dari temanku Lina yang saat ini masih kuliah di sebuah kampus negeri di Yogyakarta,. Lina cerita padaku bahwa akhir-akhir ini dia dan beberapa temannya sering diteror oleh makhluk halus penunggu ruang kampus. Salah satu ceritanya yang membuat bulu kuduk ku merinding adalah cerita tentang seniornya yang bernama Adi yang diganggu makhlus halus saat di salah satu ruang di dalam gedung kampus yang sering mereka gunakan untuk berbagai kegiatan organisasi.

Menurut desas-desus yang beredar jika setelah jam delapan malam kita masih di ruangan tersebut dan sendirian, siap-siap nyali diuji karena biasanya sering terjadi banyak penampakan dan gangguan dari makhluk halus penunggu ruang kampus.

Pada suatu malam, Adi harus menginstal beberapa program baru di salah satu komputer yang berada di ruangan berhantu itu. Adi saat itu sendirian di ruangan itu. Tidak terasa waktu berlalu dan jam dinding menunjukkan pukul delapan malam. Adi tidak sadar, dia asyik saja berkutat dengan komputer sambil membaca-baca buku.


Tiba-tiba dia merasa ada yang ganjil dan aneh, lalu dia memutuskan untuk segera pulang. Dia rapikan meja komputer setelah itu dia menuju pintu keluar ruangan. Dia buka pintu keluar tapi tidak bisa. Dia heran kok bisa pintu itu terkunci padahal pintu itu tidak pernah dikunci dari luar. Adi tetap tenang, dia cari kunci pintu. Syukur kunci pintu bisa ditemukan. Saat dia membuka pintu ruangan, Adi terkejut sepatunya hilang. Adi mencoba tenang, dia berpikir mungkin teman-temannya yang menyembunyikan sepatunya.

Dia mulai mencari sepatunya. Tak disangka sepatunya ada di ruang dapur tapi sepatu yang dia temukan hanya sebelah saja. Lalu dimana sepatu yang sebelahnya lagi? Adi kemudian memutuskan untuk mencari sepatu sebelahnya. Dia kemudian menuju pintu keluar gedung kampus dan pintu gedung terkunci. Adi sudah mulai merasa ada yang aneh. Tidak mungkin jika gedung kampus dikunci oleh satpam sebelum jam sembilan malam. Adi terkejut, dia lihat sepatunya yang sebelah ada di luar gedung. “Wah ini bukan lagi manusia yang berbuat seperti ini” pikir Adi.

Saat Adi mencoba berpikir cara dia keluar gedung, tiba-tiba ada suara-suara aneh seperti rintihan kesakitan dari atap langit, suara itu makin lama makin kencang dan semakin dekat. Adi tidak bisa mengontrol lagi rasa takutnya. Dia teriak sekencang-kencangnya. Dia panggil satpam, minta tolong tapi tak ada seorangpun yang mendengar. Akhirnya dia dobrak pintu gedung dan lari tunggang langgang menuju parkiran motor tanpa memakai sepatu. Sejak itu Adi kapok tidak mau lagi sendirian di ruang kampus itu apalagi setelah jam delapan malam. Baca juga: Kisah Nyata Hantu Gentayangan di Sekolahan Bekas Kuburan

Related Posts