Transaksi Jual Beli Online Bisa Lewat PT Pos

shares |

Transaksi Jual Beli Online Bisa Lewat PT Pos - PT Pos Indonesia memastikan pihaknya siap menjadi lembaga kliring dan penjaminan transaksi keuangan dan komoditas pada perdagangan online mulai tahun 2014.Direktur Surat dan Paket PT Pos Indonesia Ismanto mengungkapkan jasa kliring dan penjamin keamanan transaksi jual beli barang secara online ini merupakan salah satu upaya PT Pos Indonesia untuk meningkatkan pendapatan sektor pengiriman paket pada 2014.

“Kami melihat bisnis jual beli online tumbuh pesat. Banyak orang yang memilih berbelanja secara online sehingga kami memutuskan untuk terjun sebagai penjamin transaksi jual beli online,” katanya.

Ismanto menambahkan sebagai lembaga kliring transaksi jual beli online, pihaknya akan menjadi jembatan antara penjual dan pembeli. Selain itu, PT Pos juga akan menjalankan fungsinya sebagai penjamin transaksi jual beli secara onlie.

“Kami ingin melindungi penjual dan pembeli karena saat ini banyak penipuan yang terjadi dalam perdagangan online. Oleh karena itu, sebelum uang pembeli diberikan kepada penjual, kami akan mengecek terlebih dahulu identitas penjual, apakah identitasnya asli atau palsu,” katanya.

Setelah pengecekan, PT Pos Indonesia akan meminta penjual untuk mengirimkan barang yang dibeli kepada PT Pos untuk kemudian dikirimkan ke alamat pembeli. Uang dari pembeli akan diberikan kepada penjual setelah barang diterima pembeli.

“Agar pihak pembeli dan penjual sama-sama merasa aman. Pembeli tidak perlu khawatir uangnya hilang karena barang yang dibeli harus diterima terlebih dahulu sebelum uang kami serahkan kepada penjual. Penjual pun tak perlu khawatir tidak menerima uang karena pembeli telah menyetorkan uangnya terlebih dahulu kepada PT Pos,” ujarnya.

Pada tahap awal, uang yang disetorkan pembeli akan dikirimkan melalui wesel kepada penjual. Selanjutnya, PT Pos akan menfasilitasi pengiriman uang melalui rekening bank.Ismanto menuturkan PT Pos akan melayani transaksi jual beli secara online di dalam dan luar negeri. Oleh karena itu, untuk menunjang layanan ini, PT Pos akan bekerja sama dengan beberapa pengelola situs pedagangan online, seperti tokobagus.com, berniaga.com serta situs perdagangan luar negeri.
Untuk transaksi dalam negeri, Ismanto menargetkan proses pelayanan lembaga kliring paling lama berlangsung selama empat hari. Sementara itu, untuk pembelian barang yang berada di luar negeri akan memakan waktu paling lama satu minggu.
Untuk biaya, PT Pos menetapkan biaya pengiriman wesel dalam negeri sebesar Rp5.000 hingga Rp13.000, sedangkan untuk biaya pengiriman barang dalam negeri sekitar Rp8.000/kg. Sementara itu, untuk biaya pengiriman wesel dan barang dari luar negeri dipatok mulai puluhan hingga ratusan ribu perkilogram.
Ismanto menargetkan pendapatan PT Pos dari layanan lembaga kriling mencapai Rp50 hingga Rp70 miliar pada 2014.

Related Posts