Bisnis Online Juga Bakal Kena Pajak

shares |

Bisnis Online Juga Bakal Kena Pajak - Dunia bisnis online nampaknya tidak akan luput dari pungutan pajak. Pasalnya aturan tersebut akan diatur dalam pertemuan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang menyangkut pemisahan kegiatan bisnis di antara bisnis konvensional dan bisnis melalui internet.

Direktur Peraturan Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak, John Hutagaol mengatakan pemisahan ini akan mengacu kepada peraturan internasional. Selain itu, lanjutnya, kebijakan ini membutuhkan sinkronisasi dengan negara lain.

"Penerapan ini akan melibatkan negara maju terutama negara G-20, kurang lebih ada 15 prinsip yang ditetapkan terkait dengan aturan ini," tuturnya di Plaza Bapindo, Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Dia menjelaskan, dengan aturan ini maka ada pemisahan antara pajak pendapatan bruto suatu kegiatan lini usaha dengan pendapatan melalui online. Jika Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berjualan melalui online, terangnya lebih lanjut, maka akan mendapatkan pungutan dua kali yakni pungutan pendapatan secara umum dan pungutan melalui transaksi online.

"Akan ada dua pungutan yang dialami UMKM yang berjualan melalui online tapi sifatnya tidak akumulatif jadi pungutan yang sifatnya transaksi akan dikenakan jika bertransaksi melalui online sedangkan pungutan satunya lebih kepada pendapatan akhir tahun," tukasnya.

Seperti diketahui, kabar pengenaan pajak terhadap bisnis online menuai kritik dari para pelaku bisninya, mengingat para pengusaha bisnis online akan terkena dua kewajiban membayar pajak yakni terhadap usaha fisiknya dan juga proses distribusi via layanan internet.

Related Posts