Henry J Gunawan, Raja Properti dari Surabaya

shares |

Henry J Gunawan, Raja Properti dari Surabaya - Di kalangan pelaku usaha properti, siapa yang tak kenal dengan nama Henry J. Gunawan? Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Jatim ini dikenal publik luas sebagai salah satu raja properti dari Surabaya. Semua itu bermula dari kiprah Henry J. Gunawan membangun PT Suryainti Permata Tbk (SIIP) dan sejumlah perusahaan lain yang fokus menggarap sektor properti.

Semula, Henry dijuluki sebagai ?Raja Ruko?. Julukan itu tak lepas dari kiprahnya membangun banyak ruko di Surabaya lewat SIIP yang didirikannya pada 1992. SIIP yang semula hanya menjadi penjual tanah, pelan tapi pasti terus berkembang dengan membangun banyak proyek ruko seiring perkembangan ekonomi Surabaya yang terus bertumbuh.

Pada 1997, perusahaan itu memutuskan untuk go public, melepas sahamnya untuk dimiliki publik. Aksi korporasi itu menjadi salah satu milestone yang semakin menguatkan positioning SIIP di bisnis properti yang kian ketat dan kompetitif.

?Bisnis properti adalah bisnis yang punya karakteristik khusus dibanding sektor bisnis lainnya secara umum. Di bisnis properti, momentum sangat penting untuk diperhitungkan, terutama saat merilis proyek-proyek baru,? ujar Henry.

Seiring perkembangan ekonomi, perjalanan bisnis Henry terus berevolusi. Sempat terganjal godaman krisis finansial global pada 2007-2008, Henry kembali bangkit dan terus mencoba berlari kencang. Dampak krisis itu membuat laju penjualan proyek-proyek properti yang dikembangkan Henry menjadi seret. Angka penjualan turun drastis, sejumlah rencana pembangunan proyek juga ditangguhkan.

?Namun, inilah seni berbisnis. Ada pasang-surutnya. Tapi di balik itu semua yang penting kita tetap yakin, tetap optimistis, dan terus bekerja keras untuk kembali bangkit dengan segala perhitungan yang terukur dan detail,? papar Henry.

Setelah krisis, tak butuh waktu lama bagi Henry untuk merilis sejumlah rencana proyek baru. Tak tanggung-tanggung, Henry langsung berusaha meletakkan positioning baru untuk kerajaan bisnis propertinya. Dia membangun sejumlah proyek mewah, seperti kondominium hotel berskala premium. Jangkauan bisnisnya pun kian meluas, dari Surabaya, Jakarta, hingga Bali.

Henry lantas mencetuskan ide untuk membangun The Rich Prada di kawasan Surabaya Barat dengan investasi Rp500 miliar di atas lahan seluas 3 hektare. Proyek ini bakal memiliki 1.000 unit kamar yang menawarkan sensasi kenyamanan tersendiri bagi masyarakat.

Utamakan kenyamanan konsumen

Henry mengakui bisnis properti kian ketat dan kompetitif. Namun, persaingan ketat itu harus dimaknai sebagai pendorong semangat. Termasuk di bisnis kondominium hotel yang kini sedang fokus digarap oleh penggemar olahraga golf itu.

?Yang terpenting dalam bisnis ini adalah memperhatikan kenyamanan konsumen. Sediakan semua apa yang mereka mau dengan harga yang kompetitif. Selain itu, faktor return investasi juga harus diperhatikan karena menjadi salah satu daya tarik mereka dalam membeli aset ini sebagai bagian dari investasi,? jelasnya.

Selain di Surabaya, Henry juga membangun The Rich Prada di Bali. Di Pulau Dewata itu, Henry mengembangkan kondominium hotel bintang lima yang bakal menguatkan kerajaan bisnis propertinya. Proyek premium dengan 911 unit kamar dan vila itu difokuskan untuk membidik para pengusaha papan atas yang ingin memiliki aset mewah di Bali. The Rich Prada Bali mengambil tempat di kawasan yang menjadi tujuan paling diminati di Bali pada masa mendatang, yaitu Pantai Dreamland di kompleks Pecatu Graha.

Di masa mendatang, Henry masih akan mengembangkan sejumlah proyek prestisius, termasuk di ibukota Jakarta. Repositioning yang dilakukan Henry, dari menggarap proyek ruko ke proyek premium, menarik untuk dicermati dan diambil sebagai pelajaran keberhasilan bisnis yang patut dijadikan rujukan.

Alhasil, alih fokus yang dilakukan Henry untuk mengembangkan bisnis propertinya membuat gelar ?Raja Ruko? yang disematkan ke Henry kini mulai bergeser ke ?Raja Hotel?. (bn/kabarbisnis.com)

Related Posts