Studi Banding PT Kaltim Prima Coal (KPC) Sangatta

shares |

DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dua hari lalu studi banding ke PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Kunjungan tersebut berkaitan dengan rencana DPRD mengajukan rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif mengenai program magang mahasiswa lokal di perusahaan-perusahaan.

Hal tersebut untuk memberdayakan angkatan kerja lokal, dalam menyambut era perdagangan bebas atau dikenal dengan ASEAN Economic Community (AEC) yang akan diberlakukan mulai 2015. Ketua DPRD Kukar Salehudin beserta rombongan disambut hangat manajemen perusahaan tambang batu bara itu. Dalam sambutannya, Salehudin sempat menceritakan pengalaman dia bersama KPC.

Politikus kelahiran Kembang Janggut ini pernah bekerja di bidang corporate social responsibility (CSR) KPC. Ketika itu, program CSR dikenal dengan sebutan community development (Comdev). Hal tersebut membuat dirinya terdorong membawa para koleganya dari Kota Raja untuk melihat lebih dekat proses on the job training di perusahaan tersebut.

Dia mengaku terkesan dengan pola yang diterapkan KPC selama ini. Sudah banyak mahasiswa yang magang di KPC dan ketika bekerja di luar mampu menjadi top manager. Tidak hanya itu, mahasiswa yang pernah melakukan on the job training sudah banyak yang menempati jabatan penting di KPC. “Perusahaan di Kukar harus memberi peluang bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan atau skill,” kata Salehudin.

Apalagi, AEC 2015 mendatang menjadi tantangan serius bagi setiap daerah untuk mempersiapkan masyarakatnya agar bisa bersaing. Kebijakan tersebut dibuat tak lepas dari fenomena kampus yang kesulitan mencari tempat magang. Sehingga banyak mahasiswa terpaksa mencari tempat magang seadanya. Hal tersebut dengan sendirinya sekadar memenuhi syarat akademik.

Bukan mengejar pengembangan wawasan dan keilmuan yang digeluti. Salehudin berharap, nantinya ada payung hukum berupa peraturan daerah yang mengubah paradigma masyarakat dalam menyambut AEC. “Supaya ke depan, masyarakat Kukar tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri,” kata Salehudin.

Related Posts