Babi Ngepet Heboh Di Sangatta

shares |

Babi Ngepet Heboh Di SangattaWarga Sangatta, Jumat (22/8) kemarin digegerkan penangkapan “babi ngepet” di Gang Sehati, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara. Namun binatang yang kemudiaan dipastikan sebagai tikus raksasa berwarna putih itu tetap saja menjadi tontonan warga yang ingin melihat lebih dekat binatang yang terlihat aneh itu. Menariknya, penangkapan tikus raksasa yang diperkirakan berbobot 1 Kg itu, karena ada bumbu mistik. Sebab tikus yang oleh warga Jawa di sebut curut hutan itu, ditangkap malam Rabu (20/8) sekitar pukul 02.00 Wita dinihari, saat warga mendengar ada tangisan perempuan sepanjang malam. Karena itu, warga Gang Sehati yang hendak mencari asal suara tangisan perempuan itu dari semak belukar, justru menemukan tikus putih besar yang oleh warga dikira sebagai babi ngepet itu.

Karena jarang melihat binatang seperti itu, warga pun kemudian percaya kalau itu bukan binatang asli alias binatang jadi-jadian. Seorang perempuan yang tak mau menyebutkan namanya mengaku yakin jika itu bukan binatang. “Kalau itu tikus, buktinya jarinya ada 5. Bentuk mulutnya juga seperti mulut babi. Itu makhluk lain yang cari bapaknya, yang terperangkap di bawah kolong rumah kami. Karena rumah kami ini dipagar dari pengaruh roh jahat,” kata perempuan itu.
Meski yakin itu makhluk halus, namun ternyata binatang itu bisa makan. Makanannya jengkrik.

Terkit dengan penemuan tikus raksasa itu, Kepala Dinas Pertanian Kutim Diya Ratna Ningrum menyatakan tikus besar itu memang jarang. Karena itu, warga tak salah jika menganggapnya sebagai binatang aneh. “Ini jenis tikus besar. Hanya ditemukan di beberapa tempat. Termasuk di Kutim ini baru pertama kali dilihat. Tapi di daerah Malang, ada satu daerah di sana yang banyak tikus besarnya. Hanya di sana umumnya warna cokelat, beda dengan tikus ini yang warnanya putih,” katanya.
Disebutkan, nama spesifiknya adalah Solenodon atau lebih dikenal dengan tikus bermoncong babi. Soledon merupakan hewan langka namun beracun. Solendon merupakan mamalia kecil dari Kuba dan Hispanola. “Bentuknya memang mirip tikus namun memiliki moncong panjang dan ekor bersisik,” jelasnya.
-Sapos-

Related Posts