Penyebab Mati Listrik Bontang Kmarin : Kabel Terbakar

shares |

Penyebab Mati Listrik Bontang Kmarin : Kabel Terbakar
Pemadaman kembali mengusik warga Kota Taman, Senin (25/8) kemarin. Sekira pukul 11.35 Wita, aliran listrik di seluruh Bontang padam. Informasi beredar, salah satu mesin di PLTMG Kanaan meledak.

Manajer PLN Area Bontang Mujiono mengatakan, penyebab blackout itu adalah terbakarnya kabel feeder yang tertanam ke tiang listrik pertama untuk jurusan dalam kota. Kabel feeder terkoneksi langsung ke panel Cubicle 20 Kilo Volt (KV).

Sebagai informasi, panel Cubicle 20 KV merupakan panel listrik tegangan menengah yang berfungsi untuk penghubung dan pemutus arus listrik tegangan menengah 20 KV. Umumnya, panel ini dipakai untuk beban trafo distribusi.

“Informasi dari rekan-rekan di lapangan, kabel feeder yang tertanam dari panel (Cubicle, Red.) ke tiang listrik pertama jurusan ke dalam kota terbakar. Saat ini (kemarin, Red.), gangguan berusaha dilokalisir dengan cara manuver dari jalur lainnya,” katanya.

Mujiono menjelaskan, Cubicle merupakan panle. Jadi, sebelum tersambung ke kabel jaringan kota, kabel feeder melintasi Cubicle tersebut. “Asap yang keluar memang lewat Cubicle, jadi seolah-olah Cubicle yang terbakar. Padahal yang terbakar kabel feeder,” jelasnya.

Listrik di Bontang sendiri baru menyala sekira pukul 16.00 Wita. “Sejauh ini jalur tersebut masih bisa diupayakan dinyalakan kembali. Selanjutnya kami akan lakukan perbaikan dan assessment kabel yang terbakar,” katanya.

Senada dikatakan Manajer PLN Rayon Bontang Kota Saifuddin. Dia membantah jika ada mesin yang meledak. Menurutnya, hal itu merupakan gangguan di sisi pembangkit. “Proses pemulihan sistem bisa diatasi. Untuk lebih jelasnya, secara teknis silakan konfirmasi ke manajer PLTDMG, Pak Aris Hermawan,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Aris membenarkan adanya gangguan. Dia menerangkan, akibat terbakarnya kabel feeder tersebut, pembangkit tidak moving akibat bocor. Sehingga, Cubicle 20 KV mengalami soak. Akibat kejadian itu, CB Protectiont mengalami engine break (mesin berhenti mendadak).
“Untuk sementara by past ke sistem sebelah. Meski demikian, posisi sudah normal. Kami pakai yang baru (Cubicle 20 KV yang lain, Red.). Tapi, agar aliran listrik ke kota butuh waktu. Makanya mati lampu agak lama,” pungkasnya.
-sapos-

Related Posts