Moratorium Ekspor Sulitkan Kaltim

shares |

Moratorium Ekspor Sulitkan Kaltim
Moratorium Ekspor Sulitkan Kaltim - Rencana pemerintah pusat membatasi laju ekspor bakal berdampak negatif bagi beberapa daerah yang bergantung pada permintaan internasional, termasuk Kaltim. Pasalnya, daya tawar ke pasar lokal sebagai alternatif dinilai tak sebanding.

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memang mengalami defisit neraca perdagangan. Penyebabnya, adalah dampak dari gejolak negatif ekonomi global karena komoditas produksi yang didominasi ekspor.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Perdagangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Fakhruddin Noor menyebut, jika benar ada moratorium ekspor, secara umum akan merugikan Kaltim. Sekadar informasi, untuk beberapa komoditas unggulan seperti batu bara, migas, dan hasil industri kimia, sebagian produksi memang lebih memilih pasar internasional sebagai sasaran penawaran.

“Komoditas lain dari sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan pun banyak yang lebih memilih ekspor ketimbang pasar domestik. Namun, sejauh ini Kadin belum menerima keluhan dari eksportir terkait kebijakan moratorium itu,” ujarnya kepada Kaltim Post, Jumat (21/11) kemarin.

Alasan para pengusaha lokal memilih ekspor, lanjut dia, adalah posisi tawar yang lebih tinggi. Meski daya serap pasar cukup bagus dari daerah lain, Fakhruddin menyebut, ekspor lebih prospektif.

“Sebut saja kopi, lada, dan rotan. Harga yang ditawar importir luar negeri lebih bagus dari perusahaan di daerah lain. Karena, ujung-ujungnya, pasokan dari Kaltim ke luar daerah itu akan diekspor juga,” ungkapnya.

Karenanya, Fakhruddin menyebut, khusus bagi pengusaha di Bumi Etam, akan lebih menguntungkan jika langsung mengekspor bahan baku ke luar. “Pembatasan ekspor memang baik bagi neraca perdagangan nasional. Namun, khusus untuk Kaltim, kebijakan tersebut akan menyulitkan sebagian pengusaha di sini,” pungkasnya.( kaltimpost)

Related Posts