Tarif Angkutan Kaltim Resmi NaIK 17 % - 20%

shares |

Tarif Angkutan Kaltim Resmi NaIK 17 % - Kenaikan tarif angkutan umum, terutama untuk angkutan antarkota dan antarprovinsi (akap) di Kaltim lebih dari 10 persen. Bahkan tarif angkutan kota di Samarinda naik 17 persen. Sedangkan angkutan dalam provinsi mencapai 20 persen.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignatius Jonan siap memberi sanksi jika kenaikan tarif imbas naiknya harga BBM melebihi 10 persen. Mantan Direktur PT KAI merujuk Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 89/2002 tentang Mekanisme Penetapan Tarif.

Meskipun begitu, kenaikan tarif angkutan yang ditetapkan Dishub Samarinda dan Kaltim tersebut tidak bertentangan dengan Permenhub Nomor 52/2006 di mana operator dapat menaikkan tarif maksimal hingga 30 persen.

Kenaikan tarif angkutan di Samarinda, secara sah sudah diputuskan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Samarinda Nomor 551.1/492/HK-KS/XI/2014. Sementara kenaikan tarif angkutan dalam provinsi telah disepakati dalam pertemuan di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim beberapa waktu lalu. Rapat itu melibatkan pemerintah, Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Kaltim dan operator bus.

Sebagai informasi, kenaikan tarif angkutan kota sebesar 17 persen dari Rp 3.600 menjadi Rp 4.200. Sementara itu, tarif bus Samarinda-Balikpapan dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu. Samarinda-Bontang dari Rp 24 ribu naik jadi Rp 29 ribu. Samarinda-Sangatta semula Rp 35 ribu menjadi Rp 42 ribu. Tujuan Bontang-Sangatta naik jadi Rp 12 ribu menjadi Rp 15 ribu. Samarinda-Sangkulirang Rp 70 ribu berubah jadi Rp 82 ribu. Kenaikan itu mencakup tujuh trayek.

Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda Hari Prabowo mengatakan, kenaikan tarif angkot di Kota Tepian sudah melalui tahapan, perhitungan dan kesepakatan yang matang dengan melibatkan banyak pihak. Mulai dari Organda, pengemudi, pengguna angkutan umum hingga akademisi.

“Kami sudah hitung semua dampak kenaikan BBM. Mulai dari biaya perpanjangan STNK setahun sekali, KIR dua kali setahun, spare part, hingga asuransi,” ucap Hari, kemarin (21/11).

Kepala Dishub Samarinda Abdullah pun menuturkan, kenaikan sebesar 17 persen tidak menuai protes dan dapat diterima di masyarakat. “Tarif itu sudah wajar dengan kenaikan harga BBM saat ini. Saya juga belum menerima laporan penolakan dari penumpang,” katanya.

Related Posts