5 Penyebab Perempuan Malas Bercinta Usai Melahirkan

shares |

Eforia kehamilan, kelahiran, dan diikuti proses merawat serta membesarkan buah hati jelas menjadi momen yang tak bisa dilupakan bagi perempuan. Betapa tidak, perjuangan menanti munculnya sang bayi akhirnya mencapai puncaknya. Namun, nyatanya peristiwa ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi para suami. Apakah itu?

Kaum pria yang baru saja mendapat peran sebagai seorang ayah harus rela ditanggapi "ingin" oleh sang istri. Ya, memiliki bayi pasti tidak lepas dari tindakan seperti menyusui, menggantikan popok, menggendong, dan lain sebagainya, yang diakui sebagian perempuan melelahkan dan menguras energi dan waktu.

Mungkin hal ini pula yang menjadi penyebab perempuan malas diajak bercinta setelah melahirkan . Jika mau ditelusuri, rasa enggan berhubungan seksual ini dipengaruhi faktor fisik dan psikologis. Semisalnya kondisi organ vagina yang jelas berubah drastis pra dan pasca melahirkan.

Dari segi psikologis, ada empat hal lain penyebab perempuan malas diajak bercinta setelah melahirkan :

Pertama , secara kumulatif perempuan menyusui sekitar delapan jam sehari. Ketika suami mengajak bercinta, perempuan merasa pikirannya terdistorsi dengan kewajibannya sebagai ibu baru. Di antara sejumlah kesibukan tersebut perempuan beranggapan, “Mana sempat terbersit melakukan seks kalau harus sibuk mengurus bayi?”

Kedua , masih dipengaruhi perubahan organ vagina, perempuan merasa sangat rapuh dan sensitif pasca melahirkan. Perbedaan bentuk organ vagina membuatnya ragu atau takut untuk membayangkan proses penetrasi. Sakitnya proses melahirkan akan membuat perempuan berpikir-pikir lagi untuk melakukan hubungan seks.

Ketiga , kondisi yang tidak dimungkinkan. Sesaat setelah suami memulai proses foreplay dengan cumbuan mesra, gairah yang tadinya muncul akan hilang seketika ketika mendengar tangisan bayi.

Keempat , tidak percaya diri pada perubahan bentuk tubuh yang membesar. Sembilan bulan lamanya perempuan mengalami penambahan bobot tubuh sekitar 10-20 kilogram. Belum lagi sisa lemak, selulit, serta kerutan-kerutan di perut pasca melahirkan yang kian membuat perempuan enggan memulai keintiman.

Kelima , hampir serupa dengan alasan keempat, bentuk payudara yang tak lagi kencang dan membesar dikarenakan ASI mau tak mau membuat perempuan merasa menjadi “mesin susu”. Perempuan justru menjadi kesakitan jika suami menyentuh bagian payudaranya pada saat foreplay.

Related Posts