Gaji Pas-Pasan, Orang Indonesia Gonta Ganti Smartphone

shares |

Masyarakat Indonesia disebut rela mengirit demi bisa berbelanja smartphone, akses internet, properti, dan sepeda motor. Demikian salah satu temuan survei yang dilakukan Credit Suisse bersama Nielsen.

Survei yang dirilis Kamis 12 Februari 2015 itu juga menyebutkan kalau mayoritas pendapatan orang Indonesia hanya habis untuk belanja pangan. Sama halnya dengan negara dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) rendah, pangan masih mengambil persentase terbesar pendapatan bulanan masyarakat Indonesia.

Meski begitu, menurut survei itu, masyarakat Indonesia lebih optimistis dibandingkan negara peserta survei lainnya. Survei itu menyebutkan kalau optimisme orang Indonesia dipicu kesuksesan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tengah tahun lalu.

Survei bertajuk Credit Suisse Emerging Consumer Scorecard 2015 itu menyebut semakin banyak penduduk Indonesia yang mengalami peningkatan pendapatan. Utamanya, kelas menengah-atas.

Namun, penduduk dengan pendapatan rendah tidak mengalami peningkatan berarti. Menurut survei, itu dikarenakan kenaikan upah minimum tidak terlalu signifikan.

Survei dilakukan terhadap 16.000 konsumen di sembilan negara seperti Brazil, Tiongkok, India, Indonesia, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Turki. "Survei kami memberikan analisis unik dan rinci mengenai sentimen konsumen di negara-negara berkembang," ujar Stefano Natella, Global Co-Head Securities and Analytics Research Credit Suisse, dalam keterangan tertulis.

Related Posts