Harga Rumah Tahun 2015 Di Prediksi Turun

shares |

Harga rumah pada tahun ini diperkirakan melambat menyusul kondisi ekonomi Tanah Air yang tidak mendukung.

Dikutip dari publikasi Bank Indonesia yang bertajuk "Survei Harga Properti Reidensial" yang keluar Kamis 12 Februari 2015, penurunan harga rumah diperkirakan terjadi pada semua tipe rumah. Terutama, rumah dengan tipe kecil, yakni harga turun 4,56 persen.

"Sedangkan berdasarkan wilayah, penurunan harga rumah tertinggi diperkirakan terjadi Jabodetabek dan Banten," demikian, seperti dikutip dalam publikasi itu.

Menurut survei BI, turunnya harga rumah disebabkan karena kenaikan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR), naiknya harga bahan bangunan, kenaikan uang muka rumah, dan biaya perizinan.

Lebih lanjut, survei itu menjelaskan, fasilitas KPR tetap menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti.

Hasil survei mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen, atau 72,2 persen masih memilih menggunakan KPR sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial, terutama untuk rumah bertipe kecil.

Sedangkan tingkat suku bunga KPR yang diberikan perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkisar antara 9-12 persen.

Menurut BI, sepanjang tahun lalu harga rumah juga melambat. Pertumbuhan harga rumah secara tahunan tercatat 6,29 persen, atau melambat dibandingkan tahun sebelumya 6,53 persen.

Dilihat berdasarkan tipe rumah, penurunan harga rumah pada tahun lalu terjadi pada rumah tipe menengah dan kecil, sedangkan rumah tipe besar mengalami kenaikan harga.

Berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah terendah pada tahun lalu terjadi di Bandar Lampung dan Pontianak. Sementara itu, kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di wilayah Indonesia bagian Timur, yakni Manado dan Makassar.

Related Posts