Jelang Valentine, Hotel Murah Tawarkan Bundling Kondom

shares |

Hari kasih sayang atau lebih dikenal dengan istilah Valentine kini membaur dalam budaya dan diakui masyarakat modern sebagai hari spesial yang wajib untuk dirayakan.

Namun, di balik pesan cinta yang terkandung di dalamnya, tersirat sisi negatif dalam implementasinya, yakni seks bebas.

Perubahan definisi serta salah kaprahnya makna valentine tersebut dapat dilihat dari aktivitas pasangan, khususnya kalangan muda kota besar di Indonesia.

Tidak hanya memberikan seikat bunga ataupun coklat sebagai simbol cinta, hubungan suami istri pun kerap menjadi hal yang wajib dalam merayakan hari tanda cinta tersebut.

Aktivitas malam ataupun seks bebas sepertinya sudah menjadi rahasia umum remaja Ibukota saat ini. Seperti halnya saat Warta Kota mencoba bertanya kepada sekumpulan pelajar SMA 3 Setiabudi, Jakarta Selatan pada Rabu (11/2) mengenai persiapan masing-masing siswa menjelang hari valentine yang jatuh pada Sabtu (14/2) mendatang.

Beberapa siswi terlihat tersipu malu dan enggan menjawab saat mendengar pertanyaan yang diajukan, mereka menolak menjawab lantaran mengaku malu mengungkapkan perasaan.

Namun, dari sebanyak lima orang siswi yang ditemui, tiga diantaranya pun kompak menjawab mengharapkan hadiah dari pasangan.

Sembari berkelakar, hadiah tersebut diungkapkan tidak hanya sebatas kuntum bunga ataupun sebatang coklat, dua orang diantaranya justru mengaku mengharapkan ciuman pertama dari sang pacar saat detik-detik pergantian waktu valentine didentangkan.

"Hmm.. Kalau gw sih nggak munafik, pengennya pas valentine itu romantis, nggak cuma coklat atau bunga, ciuman dibibir sama pacar pas jam dua belas teng," ungkap IS (16) siswi kelas XII sebuah SMA di Jakarta sembari tertawa.

Ungkapan remaja berambut lurus panjang itu pun spontan memancing tawa seluruh teman yang berada di salah satu kios rokok dekat sekolah. Beberapa teman IS pun bersorak ramai dan berceloteh singkat tentang hubungan IS dengan sang pacar, A (17) Kakak kelas IS di sebuah SMA.

"Ah elu mah nepsong (nafsu-red) namanya, dia mah nggak cuma ciuman aja bang, yang lain (hubungan seksual-red) juga udah biasa," ungkap seorang teman laki-laki IS sembari tertawa terbahak-bahak.

Sepenggalan wawancara tersebut diungkapkan Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto merupakan gambaran hubungan horizontal antar remaja Ibukota DKI Jakarta saat ini. Pergaulan bebas yang kini tidak lagi mengindahkan batasan norma sosial tersebut pun menurutnya sudah diakui oleh masyarakat luas.

Hal tersebut ditunjukannya dari paket coklat yang dikemas bersamaan dengan sekotak kondom serta promo hotel diskon sebesar 50 persen bagi pasangan yang ditemukan pihaknya banyak beredar di wilayah Batu, Malang, Jawa Timur jelang hari valentine saat ini. Promosi tersebut menurutnya merupakan pewajaran seks bebas di kalangan muda.

"Keduanya menjadi pertanda kalau seks bebas sudah dimaklumi dan dianggap wajar. Kasus ini ketahui dari laporan masyarakat dan baru terjadi di Jawa Timur, besar dugaan hal serupa juga terjadi di wilayah Jakarta, " jelasnya.

Tidak hanya menyalahi norma asusila, fenomena tersebut pun berpotensi menimbulkan adanya kekerasan seksual pada kaum wanita, khususnya anak dibawah umur. Sehingga dalam waktu dekat, pihaknya akan merekomendasikan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pengawasan terkait produk kondom pada pusat perbelanjaan, hotel maupun penginapan.

"Persepsi salah, valentine dianggap sebagai momentum melepaskan kegadisan, dan menghalalkan free seks. Karena itu, pencegahan dimulai dari regulasi iklan, pengawasan dan penindakan penginapan mesum," tutupnya.

Merunut keterangan Susanto, Warta Kota pun mencoba menyambangi sejumlah hotel maupun penginapan murah di wilayah Tanah Abang dan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).

Walau tidak dilakukan secara terbuka, beberapa hotel kelas bawah menawarkan paket promo valentine. Bahkan, pengunjung yang datang diberikan hadiah kondom secara cuma-cuma selama sepekan berkaitan dengan perayaan valentine.

"Rate (tarif-red) kami mulai dari Rp 250.000 per malam selama valentine, lebih murah sepuluh persen dibandingkan hari biasa. Kalau datang dengan pasangan, kita juga sediakan pengaman (kondom-red) gratis," jelas seorang pegawai hotel di Jalan Raya Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Related Posts