Trik Mahasiswa Mesum Kelabuhi Petugas Saat Ngamar di Hotel

shares |

TASIK – Sepasang perempuan dan laki-laki muda terjaring razia saat berada di dalam kamar salah satu hotel melati di Jalan Mayor Utarya, Empangsari, Tawang, Kota Tasikmalaya kemarin siang (11/2). Mereka, Iis, 22, dan Cecep, 20. Keduanya mengaku mahasiswi dan mahasiswa yang menuntut ilmu di Kota Resik ini.

Tentu saga mereka tidal beitu saja mengaku sebagai sejoli yang sedang memadu kasih di dalam hotel. Mereka memiliki trik-trik khusus untuk meloloskan diri dari razia yang dilakukan pihak kepolisian.

Saat petugas Sabhara Polres Tasikmalaya Kota menggedor pintu, mereka tak langsung membukanya. Butuh waktu beberapa menit sebelum si cowok membukakan pintu dari dalam.

Begitu membukakan pintu, dengan gaya sok tenang Cecep kembali berbaring di tempat tidur. Kepada polisi dia mengaku seorang diri di dalam kamar itu. Sekali lagi dia berusaha tenang dan cool.

Polisi kemudian memeriksa kamar mandi di ruangan tersebut. Nah, ternyata di sana ada Iis yang tampak ketakutan. Mukanya pucat. Cecep kembali berkilah. Dengan sok tenang dia mengaku bahwa perempuan itu adalah kakaknya.

Tentu saja polisi tak percaya begitu saja. Pasangan yang diduga mesum itu pun digelandang ke Mapolres Tasikmalaya.

Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota AKP Dani Prasetya mengaku belum bisa memberikan keterangan detil tentang muda-mudi itu. Meskipun, kata dia, keduanya mengaku sebagai mahasiswi. “Tapi itu hanya pengakuan mereka. Belum kita pastikan,” ujar Dani di Mapolresta.

Dani menduga, keduanya, pasangan kekasih. Namun, kata Dani, pengakuan perempuan muda bahwa pria yang di dalam kamar hotel dianggapnya sebagai adik. Mereka mengaku tidak memiliki hubungan khusus. Apalagi, Cecep usianya lebih muda dua tahun di bawah Iis. “Dia (Iis, Red) beralasan sudah menganggap seperti adik sendiri,” terangnya.

Meskipun tidak ada pasal yang bisa dijeratkan kepada Iis dan Cecep, pihaknya, kata Dani, bisa melakukan pembinaan karena berduaan di dalam kamar hotel dengan status bukan muhrim itu kurang baik.

Sedangkan saat diwawancarai wartawan, Iis dan Cecep tidak memberikan keterangan. Mereka terdiam saat digiring ke dalam mobil polisi.

Di hotel yang sama, namun kamar yang berbeda, polisi pun dalam waktu bersamaan mendapatkan tiga pasangan bukan muhrim. Ada laki-laki dan perempuan di dalam tiga kamar.

Sebelum mendapati mereka dalam kamar, polisi yang berjumlah 20 orang, berpencar ke kamar-kamar yang diduga berisi pasangan bukan muhrim. Mereka membagi tugas. Ada yang mengetuk pintu, ada yang bersiaga. Sekitar satu menit setelah pintu diketuk, dari dalam pintu dibuka. Kemudian polisi masuk.

Setelah diperiksa identitas diri orang-orang dalam kamar itu bukanlah pasangan muhrim atau terikat pernikahan, karena identitas diri mereka berbeda. Mereka bersama Iis dan Cecep diamankan ke mapolresta.

“Empat pasangan dan tiga unit sepeda motor, karena yang satu pasang katanya datang naik angkot,” beber mantan kapolsek Cibeureum ini.

Related Posts