Ajeng Yulia, Korban Iming Iming Wisata Ke Luar Negri Berbuah Hukuman Mati Di Malaysia

shares |

Ajeng Yulia, Korban Iming Iming Wisata Ke Luar Negri Berbuah Hukuman Mati Di Malaysia - Pemerintah Indonesia akan mengajukan banding atas vonis hukuman mati terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Ajeng Yulia,21, oleh Pengadilan Tinggi Malayasia dengan dakwaan menyeludupkan
tiga kilogram sabu.

“Pemerintah Indonesia akan mengajukan banding atas vonis terhadap Ajeng,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arrmanatha Nasir (Tata), di Jakarta, Selasa (3/3).

Tata menambahkan vonis hukuman mati terhadap Ajeng baru kemarin. “Saya belum tahu prosedur hukum yang berlaku di Malaysia berapa lama proses banding bisa diajukan setelah vonis pengadilan,” papar Tata.

Menurut Tata, Kemlu melalui perwakilan kita Malaysia akan melakukan pembelaan dengan memberikan bantuan hukum. Sebab itu, Kemlu akan menyiapkan pengacara untuk pengajuan proses hukum banding ini.

Terkait ada 168 WNI yang terancam hukuman mati, Tata mengaku memang mereka terancam hukuman mati dengan berbagai kasus. Namun, tidak semua mereka sudah divonis hukuman mati, ada proses hukumnya masih berjalan, bahkan ada yang masih dalam investigasi.

Seperti Ajeng Yulia adalah seorang wanita berusia 21 tahun asal DKI Jakarta yang divonis hukuman mati. Ia ditangkap karena di Bandara Sultan Ahmad Shah pada 10 November 2013.

Persidangan Jumat (27/2/2015), Ajeng dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tinggi Malaysia di Kuantan, Negara Bagian Pahang. Komisioner Hakim Ab Karim Ab Rahman mengungkapkan bahwa terdakwa gagal memberikan alasan yang masuk akal dalam kasusnya.

Ajeng mengakui tidak menyadari ada narkotika di dalam tasnya. Ajeng hanya diminta membawa tas itu dari New Delhi oleh seseorang bernama Stanley,seorang warga Nigeria.
Dilansir harian Bernama Malaysia, Ajeng mengenal Stanley melalui BlackBerry Messenger (BBM). Ajeng saat itu di Jakarta dan Stanley di New Delhi. Keduanya saling jatuh cinta hingga Ajeng berani berangkat ke New Delhi bertemu Stanley, hingga akhirnya Ajeng diminta Stanley ke Malaysia membawa tas yang ternyata berisi narkotika.

Related Posts