Sabtu, 28 Maret 2015

Posisi Adi Darma Di Golkar Kaltim Terjepit

Rapat Partai Golkar berakhir hampir menjelang tengah malam, Kamis (26/3) lalu. Dipimpin sang ketua umum, Agung Laksono, pertemuan berjalan tertutup di sebuah ruangan kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta Barat. Pengurus pusat saja yang boleh hadir.

Selain menetapkan petunjuk pelaksanaan dan teknis partai dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, majelis terbatas menentukan pemimpin sementara 34 provinsi. Sejumlah nama digodok sebagai pelaksana tugas (plt) pengurus tingkat provinsi.

“Rapat yang alot. Banyak nama akhirnya diganti, termasuk Kaltim,” tutur sumber Kaltim Post yang mengikuti jalannya rapat, Jumat (27/3) kemarin. Sembari menunjukkan daftar plt ketua DPD Golkar se-Indonesia, dia berkata, “Kejutan buat Kaltim.”

Bukan persoalan batalnya Adi Darma menggantikan Ketua DPD Golkar Kaltim Mukmin Faisyal. Meskipun telah menerima mandat dari Agung, Adi Darma disebut tidak bisa langsung menjadi plt. Partai memutuskan bahwa plt maupun karteker harus dijabat pengurus pusat alias DPP.

Mantan bendahara DPD Golkar Papua, Achmad Goesra, akhirnya ditunjuk sebagai plt ketua DPD Golkar Kaltim. Adapun Goesra, mundur dari kepengurusan beringin di Papua karena menolak mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Bali versi Aburizal “Ical” Bakrie. Di DPP versi Agung, Goesra kini satu dari 44 ketua bidang.

Hal mengejutkan adalah pendamping Goesra. Dari salinan keputusan rapat yang diperoleh Kaltim Post, ketua harian DPD Golkar Kaltim dipegang Said Amin. Ketua MPW Pemuda Pancasila Kaltim itu ikut mendampingi Mukmin Faisyal dalam jumpa media di kediaman wakil gubernur Kaltim, 19 Maret silam.

Posisi sekretaris DPD Golkar Kaltim ditempati Syahrun HS, politikus beringin yang kini ketua DPRD Kaltim. Pria yang akrab disapa Haji Alung itu juga bukan kubu Adi Darma.

“Tapi saya belum menerima perintah maupun kabar itu. Kalau saya ini, sesuai perintah saja,” kata Haji Alung ketika dikonfirmasi, kemarin petang.

Sumber Kaltim Post yang lain, masih politikus Golkar, mengatakan bahwa surat keputusan plt akan dilampirkan struktur pengurus yang baru. Dia menyebutkan sejumlah nama tambahan yang akan berkantor di markas beringin Kaltim, Jalan Mulawarman, Samarinda. Tak ada politikus dari kubu Adi Darma. Seluruhnya adalah mereka yang selama ini disebut-sebut berdiri di sisi Mukmin.

“Begitu SK ini ditandatangani, silakan dimuat,” pesan politikus Kaltim yang sedang di Jakarta itu, kemarin.

Ungkapan politik memang kejam terbukti. Di tengah penantian Adi Darma dkk ditunjuk sebagai karteker DPD Golkar Kaltim, kubu Mukmin Faisyal yang pro-Ical dikabarkan ikut mencari jalur di kepengurusan Agung.

Sebelumnya, Adi Darma memakai jalan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), organisasi sayap Golkar. Mantan wakil ketua DPR Priyo Budi Santoso adalah ketua pengurus pusat MKGR. Sedangkan Adi Darma menjabat ketua MKGR Kaltim.

Namun, orang dekat Agung bukan hanya Priyo. Ada Yorrys Raweyai yang duduk sebagai wakil ketua umum DPP Golkar. Ditengarai, kubu Mukmin memakai jalur Yorrys untuk mendapatkan tempat, dan berhasil. Bukan hal aneh. Yorrys aktif di Pemuda Pancasila, seperti halnya plt ketua harian DPD Golkar Kaltim yang ditunjuk Agung, Said Amin.

Politik tingkat tinggi pun berjalan. Agung disebut lebih memilih opsi dari Yorrys ketimbang Priyo.

“Sejak awal, Adi Darma dkk salah jalur. Semua ini suksesi menuju 2016 (munas menurut perintah mahkamah partai, Red). Priyo juga akan maju sebagai calon ketum dan menjadi pesaing Agung. Nah, suara daerah menentukan di munas dan Agung sudah memperhitungkan itu,” tutur sumber Kaltim Post lagi.

Tersingkirnya Adi Darma dkk, yang selama ini jelas-jelas setia kepada kubu Agung, membuat drama di bawah beringin Kaltim makin memuncak.
Sebelumnya, beberapa politikus senior seperti Adi Darma, Sofyan Hasdam, Hatta Zainal, Suwandi, Abdul Khaidir, dan Zulkifli Syahab, telah menentang kepemimpinan Mukmin yang pro-Ical. Ketika putaran roda berbalik, jajaran plt yang kini ditunjuk Agung disebut-sebut ikut balik membabat kubu wali kota Bontang itu.

Seperti memutar ulang pernyataan Mukmin Faisyal, pekan lalu, bahwa Adi Darma telah dipecat dari kepengurusan partai. Wakil Gubernur Kaltim itu juga menegaskan, tidak ingin diajak bahkan dirayu kubu Adi Darma.

“Kami siap menanggung risiko. Jadi abu pun, siap,” tegasnya.

Jika akhirnya kubu Mukmin benar-benar menerima SK dari Agung, karier Adi Darma benar-benar terancam. Selain dipecat dari pengurus, posisi wali kota petahana di Bontang itu makin terjepit menghadapi pemilihan wali kota. Sudah bukan rahasia, Mukmin menyorong Ketua Fraksi Golkar DPRD Kaltim, Andi Harun, sebagai bakal calon wali kota yang diusung Golkar Bontang.

Politik memang kejam. Tanpa jabatan di Golkar dan ancaman tidak diusung partainya, Adi Darma yang berkonfrontasi terbuka dengan Mukmin cs-lah justru yang bisa menjadi abu.

ADI DARMA NO COMMENT

Dikonfirmasi terpisah, semalam, Adi Darma tidak ambil pusing dengan munculnya kabar yang menyebut DPP Golkar menunjuk Said Amin sebagai karteker Kaltim. “Kalau soal itu, saya no comment saja,” kata wali kota Bontang ini.

Lagi pula, kata Adi, hingga saat ini dia memang belum menerima SK karteker dari kepengurusan Agung Laksono. Yang dia terima hanyalah nota persetujuan.

“Kalau saya sih terserah saja. Yang memberikan SK ‘kan pusat. Yang pasti, sampai saat ini saya belum mendapat SK karteker. Kalau penunjukan secara tertulis memang sudah,” katanya.

Kabar yang beredar di DPP Partai Golkar, kubu Adi Darma disebut tidak tinggal diam. Mereka juga datang ke DPP dan berusaha menemui Agung Laksono. “Mungkin masih ada kejutan yang lain,” sebut sumber Kaltim Post di Slipi, Jakarta Barat, markas besar Golkar. (gun/kpnn/fel/zal)

Previous
Next Post »

Post Comment

 
loading...