Presiden Jokowi Dinilai Gagal Membangun Perekonomian Indonesia

shares |


Presiden Jokowi Dinilai Gagal Membangun Perekonomian Indonesia - Presiden Jokowi dituding gagal membangun dan memperkuat perekonomian Indonesia. Semua kebijakan yang digulirkan justru menggoyahkan fundamental perekonomian.

“Kebijakan ekonomi Presiden Jokowi gagal. Bisa dilihat semua komoditas yang menyangkut hajat hidup masyarakat naik,” tegas pengamat ekonomi, Ichsanuddin Noorsy kepada Pos Kota, Sabtu (7/2).

Harga beras naik. Gas elpiji naik, BBM naik. Jalan tol naik. Listrik juga bakal naik. Pokoknya semua menyangkut hajat hidup orang banyak naik. Kenaikan harga ini tentu akan berdampak terhadap inflasi dan pada akhirnya menggerogoti daya beli masyarakat.

Tak hanya itu, beban masyarakat semakin ditekan lagi. Rencana Presiden Jokowi membangun infrastruktur justru membebani masyarakat dengan menggenjot pajak.

Pembangunan infrastruktur akan dilakukan oleh BUMN yang bekerjasama dengan anak usaha Bank Dunia. “Jadi yang memperoleh keuntungan adalah Bank Dunia, sementara beban rakyat makin berat,” tandasnya.

Diperparah lagi, nilai tukar rupiah melemah. Pasar tidak percaya lagi. Dengan kata lain, kepercayaan masyarakat mulai pudar terhadap Presiden Jokowi.

Bahkan masyarakat luar negeri juga luntur. Pesan-pesan yang disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri pertemuan APEC tidak terbukti. Pesannya investor asing agar menanamkan investasi di Indonesia. Kenyataannya, mereka tidak percaya.

“Mereka melihat di dalam negeri Indonesia masih terjadi konflik antar partai koalisi,” terangnya. Ketidakpercayaan masyarakat luar semakin menjadi-jadi, karena kebijakan ekonomi yang digulirkan Presiden Jokowi tidak sesuai pesannya dalam pertemuan di APEC.

Misalnya memangkas subsidi, tapi di sisi lain pemerintah menyuntik dana kepada perusahaan negara. Mereka mau perusahaan benar- benar capitalis corporation. Artinya tidak ada campur tangan pemerintah.

“Jadi kebijakan ekonomi yang diambil Presiden Jokowi selama ini justru akan menggoyahkan perekonomian nasional ke depan,” pungkas Ichsanuddin Noorsy. ( Poskotanews)

Related Posts