Selasa, 12 Mei 2015

Komisi III Kecewa, Proyek Sport Center Lhoktuan tanpa Pengawasan Kontraktor

Lima anggota Komisi III DPRD Bontang yang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi proyek pembangunan Sport Center Lhoktuan, Selasa (12/5/2015), meradang.

Mereka tak kuasa menyembunyikan ekspresi kekecewaan saat menyaksikan kegiatan pembangunan Sport Center, tanpa pengawasan pihak kontraktor.

Dari pantauan lapangan, para anggota Dewan yang terdiri dari Wakil Ketua Komisi III Abdul Kadir Tappa, bersama empat koleganya, Basri Rase, HM Dahnial, Ridwan dan Syahruddin M Nur, hanya diterima oleh seorang mandor tukang.

Sementara manajemen dari PT Trinanda Karya Utama selaku kontraktor tidak terlihat. Kondisi ini sangat disayangkan mengingat nilai proyek Sport Center Lhoktuan menelan dana senilai Rp 20 miliar.

“Ini keterlaluan, masa proyek miliaran seperti ini tidak ada satu pun jajaran manajemen dari pihak kontraktor yang mengawasi pekerjaan,” ujar anggota Komisi III DPRD Bontang, Basri Rase.


Menurut Basri, sejatinya pihak kontraktor melakukan monitoring terhadap proyek Sport Center, guna memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai schedulle. Pengawasan juga diperlukan untuk memastikan pembangunan tidak menyalahi spek kontrak.

"Saat ini waktu pengerjaan sudah memasuki minggu ke 21, tapi progres di lapangan terlihat masih rendah,” ungkap politisi Partai Hanura ini.

Ia mengancam bakal merekomendasikan penyetopan sementara proyek Sport Center jika pihak kontraktor tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan pembangunan.

“Kami akan berikan waktu sampai besok. Kalau tidak (memberikan keterangan, red), kami akan stop sementara proyek ini,” tegas Basri.

Sementara, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang Abdul Kadir Tappa, mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bontang agar melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembangunan Sport Center. Pasalnya, dari pengakuan mandor lapangan, progres kegiatan baru mencapai 28 persen. Sementara batas waktu pembangunan hanya sampai akhir 2015.

“Saya minta PU juga melakukan pengawasan, jangan sampai proyek ini molor hanya karena kontraktor yang tidak serius,” pungkasnya. (tribun news*)

Previous
Next Post »

Post Comment

 
loading...