Kamis, 14 Mei 2015

Menguak Kebenaran Mitos Darah Perawan

Jakarta: Keluarnya darah saat melakukan hubungan intim untuk pertama kali seringkali dijadikan indikator yang menentukan perawan atau tidaknya seorang perempuan.

Sebagian besar orang percaya, perempuan yang masih perawan akan mengeluarkan darah saat malam pertama karena selaput dara yang ada di dalam vagina robek. Benarkah hal tersebut?

Psikolog seksual Zoya Amirin menegaskan, hal itu hanyalah mitos. Menurut dia, hal itu adalah pemikiran yang kuno dan ketinggalan zaman.

Zoya menjelaskan, perempuan yang masih perawan juga bisa tidak berdarah jika ia melakukan hubungan seks dengan kondisi siap dan nyaman.

"Selaput dara pada perempuan sifatnya sangat fleksibel, bentuknya kurang lebih seperti jala yang penuh dengan lubang. Jika perempuan itu melakukan hubungan seks dalam kondisi senang dan rileks, lubang jala akan membesar sesuai ukuran penis yang masuk. Jadi, tidak ada bagian yang terluka," paparnya saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sebaliknya, jika perempuan merasa belum siap melakukan hubungan seks, lubang jala seperti yang dijelaskan zoya tadi tidak akan terbuka, kemudian terjadilah robekan.

"Sekarang sudah tahu kan, kalau perempuan tidak mengeluarkan darah saat malam pertama, berarti pria-nya hebat dong bisa bikin istrinya nyaman. Kalau keluar darah, berarti istrinya masih takut atau belum siap," imbuhnya.

Pengetahuan ini, menurut Zoya penting diketahui semua orang. Pasalnya, banyak istri dituduh sudah tidak perawan lantaran tidak mengeluarkan darah di malam pertama.

"Semua orang harus paham, karena lagi-lagi yang jadi korbannya perempuan," lanjut dia.
--Metrotvnews.com--

Previous
Next Post »

Post Comment

 
loading...