Minggu, 01 November 2015

Keliling Indonesia, Tim Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 Kini Ada di Bontang

Keliling Indonesia, Tim Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 Kini Ada di Bontang

Tim Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 tiba di Kota Taman, Rabu (27/10) kemarin. Mereka tiba dengan pengawalan ketat dari polisi, TNI, komunitas motor, dan elemen lainnya. Siang kemarin, Kapsul Waktu tiba di auditorium kantor wali kota lama, Jalan Awang Long.

Tiba di Bontang, mereka disambut tari-tarian bertajuk alkulturasi budaya dengan judul “Pelangi Nusantara”. Dalam durasi sekira 30 menit, tarian tersebut mampu menghipnotis para penonton dan hadirin yang ada

Sebagai informasi, Kapsul Waktu menjaring mimpi 34 provinsi di Indonesia. Masing-masing provinsi memiliki tujuh mimpi. Ditambah mimpi dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi), jumlah Kapsul Waktu adalah 35 buah.

Ekspedisi Kapsul Waktu sendiri berangkat mengambil start dari Banda Aceh pada 22 September lalu. Nantinya, mimpi-mimpi yang tersimpan dalam Kapsul Waktu akan dibacakan Jokowi pada akhir Desember mendatang di Merauke, daerah paling timur Indonesia. Kaltim sendiri merupakan provinsi ke-15 yang didatangi oleh tim.

Di Kaltim, awalnya ada 572 mimpi. Kemudian oleh pemprov maupun pemkab-pemkot, mimpi tersebut disaring menjadi 200 mimpi. Dari 200 mimpi itu mengerucut menjadi 20 mimpi. Hingga akhirnya, terjaring tujuh mimpi yang masuk ke dalam kapsul tabung alumunium.

“Setelah terkumpul, mimpi-mimpi itu akan dibacakan di hadapan Presiden Jokowi pada akhir Desember 2015 mendatang, di bagian ujung timur Marauke. Akan ada 35 kapsul. Salah satu kapsul adalah impian Pak Jokowi,” jelas Vidi Supit, ketua Tim Nasional Ekspedisi Kapsul Waktu 2085.

Dia menjelaskan, menjaring mimpi tersebut merupakan amanah untuk diberikan kepada panitia tim di daerah dan provinsi masing-masing. Katanya, mimpi harus nyata, bukan mengada-ada.

“Kami ada 34 tim panitia daerah. Kami dari nasional menugaskan mereka melalui SK (Surat Keputusan) dari Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara) untuk melaksanakan semua kegiatan di daerahnya. Termasuk menjaring mimpi itu. Yang real (nyata, Red.) ya,” bebernya.

Katanya, mimpi tersebut adalah mimpi nyata, suara atau impian rakyat di seluruh Indonesia. Bukan rencana jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) atau Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

“Kalau kita merumuskan, jadi mimpinya Bappenas atau Bappeda gitu kan. Jadi sama saja seperti rencana jangka panjang dan jangka menengah,” tandasnya.

Dia juga mengajak bangsa Indonesia untuk berani bermimpi dan berusaha mewujudkan mimpi tersebut secara sinergi bersama pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Kita menegaskan bahwa kita menjaring mimpi-mimpi real. Tidak apa-apa, mimpi saja kok. Kita dulu tidak pernah bermimpi Indonesia menjadi seperti ini, atau Kaltim menjadi seperti saat ini. Atau 70 tahun lalu kita tidak tahu ada teknologi HP (hand phone). Jadi, mimpi ya mimpi saja,” tegasnya.

Dia mencontohkan beberapa mimpi. Di Kalimantan Selatan (Kalsel), salah satu impian nyata dan telah masuk ke dalam Kapsul Waktu 2085 adalah adanya jaringan sistem perkeretaapian. Sementara Kaltim dan Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki mimpi menjadi ibu kota negara.

Dari Aceh, ternyata masyarakat berharap para putra-putri daerahnya dapat melenggok anggun di atas catwalk atau peragaan busana, dan menjadi model skala internasional.

“Di Aceh, tahun 2025 ada putra-putrinya yang lenggak-lenggok di atas catwalk dunia, dengan satu provinsi yang syariah. Mungkin tidak dengan satu provinsi yang syariah demikian. Mungkin tidak? Itu dia kami tidak tahu. Tapi yang pasti itu mimpi masyarakat,” urainya.

Dia menegaskan, setiap mimpi yang telah masuk dalam Kapsul Waktu 2085 adalah murni impian nyata rakyat tiap daerah. “Jadi dari masyarakat daerah masing-masing, tidak ada intervensi dari kita sama sekali. Kalau kita yang arahkan lagi jadi gimana gitu,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Bontang Adi Darma menyerukan gerakan “Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka”. “Tentu banyak yang kita sampaikan menyangkut impian. Namun hanya tujuh yang tersaring. Yang mana, harapan tersebut sudah kami sampaikan ke bapak Gubernur Kaltim,” urai dia.

Panitia Tim Nasional Kapsul Waktu 2085, Dodid Wijanarko mengatakan, dalam ekspedisi dibagi menjadi beberapa rayon berdasarkan zona masing-masing, yakni zona Sumatera, zona Kalimantan, dan zona Jawa-Bali. (*/pre/wwn/jpg)
Via : Jawa Pos

Previous
Next Post »

Post Comment

 
loading...