Minggu, 19 Februari 2017

Bontang Kota Termahal, Walikota Pertanyakan Data BPS

Bontang Kota Termahal, Walikota Pertanyakan Data BPS

Walikota Bontang, dr Neni Moerniaeni mempertanyakan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang yang menyebut Kota Taman sebagai kota dengan biaya hidup termahal di Kalimantan Timur.

“Kok bisa Bontang ditetapkan sebagai kota termahal di Kaltim. Dasarnya BPS apa menetapkan seperti itu,” tegas Walikota Neni.

Alasan Walikota Neni cukup beralasan. Sebab, harga kebutuhan di Kota Bontang tak jauh berbeda dengan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Timur.

Lanjut Neni, menurut data Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Kota Bontang, harga komoditi Sembilan bahan pokok di Kota Bontang sama dengan di Kota Samarinda dan Balikpapan. Misalnya, bawang, beras, telur, hingga gula pasir. “Kan aneh kalau Kota Bontang ditetapkan sebagai kota termahal,” tambahnya.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur menetapkan Bontang menjadi kota termahal, mengalahkan Kabupaten/ Kota lainnya di Kaltim seperti Samarinda dan Balikpapan.

Hal tesebut digambarkan melalui pengeluaran Per Kapita Disesuaikan (PKD) yang ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli. BPS Kaltim merilis, rata-rata PKD Bontang mencapai 15,98 Juta per tahun.

Jumlah tersebut mengalahkan kota maju lainnya seperti Samarinda yang hanya mencapai 13,85 juta, serta Balikpapan 13,7 Juta per tahun. Selain PKD, penetapan Bontang sebagai kota termahal dilihat dari tingkat harga barang, dengan rata-rata pengeluaran tiap warga Bontang mencapai 1,6 Juta. Hal ini dipicu tingginya harga barang, terutama bahan pangan dan kebutuhan pokok.(*)
Sumber : Klik Bontang

Previous
Next Post »

Post Comment

 
loading...