Minggu, 19 Februari 2017

Polisi Geledah Sekolah di Bontang, Memangnya Ada Apa Ya...?

BONTANG. Tingginya peredaran narkoba di Kota Bontang menjadi atensi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bontang M Budi Setyadi. Termasuk kekhawatiran obat terlarang ini sudah beredar di kalangan pelajar.

Karena itulah, Kajari meminta Pemkot Bontang melakukan inspeksi mendadak (sidak) narkoba ke sekolah-sekolah. “Para remaja atau anak sekolah banyak yang belum yakin terkait bahaya narkoba, sehingga masih ada yang berani coba-coba. Jadi perlu ada sidak ke sekolah-sekolah. Ini juga untuk mengurangi peredaran narkoba yang luar biasa di kota kecil seperti Bontang,” ungkap Budi.

Menangapi ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bontang, Akhmad Suharto mengakui sidak narkoba ke sekolah-sekolah sudah lama tidak dilaksanakan.

Jika memang ini akan direncanakan kembali, pihaknya menyetujui. “Kami juga menginginkan ada sidak ke sekolah terkait narkoba, apalagi momen menjelang Ujian Nasional (UN) ini karena rawan,” jelasnya saat dihubungi, Jumat (17/2) kemarin.

Terkait tingkatannya, Disdik mengharapkan mulai dari tingkat SMP sebaiknya juga sudah disidak agar upaya pencegahan lebih maksimal. Hanya saja, yang harus memimpin sidak narkoba ini dari Badan Narkotika Kota (BNK).

“Pada prinsipnya Disdik siap dan mendukung untuk kebaikan generasi muda di Bontang dalam memerangi narkoba,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua BNK Bontang Basri Rase yang juga Wakil Wali Kota Bontang mengatakan, pihaknya akan mencoba menambah metodeloginya. Karena deklarasi yang dilakukan secara menyeluruh, dengan masyarakat juga ormas, bahkan sampai sekolah sudah melakukan deklarasi, tetapi masih perlu ditingkatkan lagi.

Pasalnya, pemahaman terkait bahaya narkoba belum benar-benar ditakuti oleh para anak-anak. “Mungkin belum begitu keras, ke depan, kami akan libatkan tim medis, akibat penyalahgunaan narkoba dilihatkan secara visual, jadi mereka melihat yang kena narkoba itu seperti apa, susah untuk disembuhkan, seperti orang gila dan semacamnya,” jelas Basri.

Dengan metodologi secara visual itu, Basri berharap dapat berdampak dan sampai pesannya pada anak-anak. Pasalnya, selama ini, pihaknya hanya menyampaikan tanpa memperlihatkan contohnya. Padahal, lanjut Basri, bahaya laten ini harus dihindari dan dijauhi semaksimal mungkin.

Tetapi memang, Basri mengaku belum pernah menyampaikan secara visual bahaya narkoba. Selama ini, terkait masalah hukumnya juga hanya disampaikan sangat berat bisa sampai hukuman mati. “Mungkin nanti di BNK yang terdiri dari FKPD akan coba melakukan penyuluhan dengan cara visual,” ungkapnya. (mga/kpnn/ama)

Previous
Next Post »

Post Comment

 
loading...