Kamis, 27 April 2017

Kampung Flory, Homestay Desa Wisata Tanaman Hias dengan Kolam Terapi Ikan

Kampung Flory, Homestay Desa Wisata Tanaman Hias dengan Kolam Terapi Ikan

Semakin banyak Desa Wisata dengan homestay warga yang layak dikunjungi di daerah Sleman, Yogyakarta. Atraksi wisata yang beragam dan unik dijadikan daya tarik bagi desa wisata yang baru. Seperti Desa Wisata Kampung Flory ini.

Kampung Flory yang terletak di Dusun Jugang, Pangukan, Tridadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengandalkan budi daya sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Salah satu keunikannya, di tempat ini pengunjung bisa melakukan terapi ikan.

Di sini tersedia kolam terapi ikan yang begitu luas. Dan tidak hanya satu lokasi. Ada sejumlah kolam disediakan untuk terapi ikan ini. Tempat untuk duduk berupa batu-batu kali yang ditata di pinggir atau tengah kolam. Dengan lahan seluas 4 hektare, Kampung Flory menyediakan berbĂ gai fasilitas homestay Desa Wisata yang lengkap. Layanan homestay ada dua macam. Live-in di rumah warga ada 10 unit. 'Dan Homestay Ayem-Ayem yang berada di kawasan Kampung Flory ada 4 unit.

"Untuk acara pertemuan ada Limasan berkapasitas 200 orang di Sekretariat, satu unit Joglo Limasan Kembar berkapasitas 300 orang dan dua unit Omah Kampung berkapasitas 80 orang. Kemudian ada 22 unit kamar mandi," jelas Atun, petugas piket Sekretariat Kampung Flory, Sabtu (1/4).

Fasilitas parkir kendaraan juga sangat lapang. Bisa menampung 4 bus besar, 60 mobil, 100an sepeda motor. Lahan 4 hektare tersebut dibagi ke dalam 3 zona. Zona 1 "Taruna Tani" seluas 1 Hektare bergerak di bidang usaha tanaman hias, tanaman buah dan kuliner.

Zona 2 "Dewi Flory" seluas 1 Hektare sebagai kawasan desa wisata yang menyajikan jasa penginapan (homestay), outbond dan pelatihan kewirausahaan agrobisnis. "Zona 3 Agro Bush seluas 2 hektare menyajikan wisata petik bush langsung, wisata edukasi dan pelestarian lingkungan," tambah Atun.

Menurut Bendahara Wisata Kampung Flory Sutrisno Widiyanto, didirikannya wisata pertanian ini, agar bisa memikat kembali generasi muda untuk tertarik ke dunia pertanian yang mampu memberikan kesejahteraan.

Menurut dia, Wisata Kampung Flory dirintis sebagai pusat pembibitan dan budi daya tanaman buah unggul dan tanaman hias untuk memasok kebutuhan tanaman di DIY. "Kampung Flory ini dirintis sejak dua tahun lalu. Karena kami ingin bisa menjadi sentra bibit tanaman hias dan buah-buahan di DIY," katanya.

Selain itu, Kampung Flory diharapkan menjadi maskot wisata unggulan baru di wilayah DIY. Upaya ini sudah mulai nampak hasilnya. Jadwal kunjungan di bulan April ini sudah lumayan padat. Sejumlah sekolah menjadwalkan untuk outbond di Kampung Flory. Ada yang hanya 30 siswa hingga yang 200 anak.

Di Kampung Flory yang memanfaatkan tanah kas desa ini pengunjung bisa belajar mengenai dunia pertanian. Mengenal jenis tanaman, bagaimana perawatannya, hingga cara menata tanaman hias di pekarangan rumah. Juga ada taman edukatif, tanaman buah/bunga dalam pot (tabulampot), sayur mayur, dan tanaman obat keluarga.

"Pohon-pohon besar yang ada di sini, pun kita beri plang jenis namanya. Kalau untuk `memedi` (hantu) sawah itu, jumlahnya 31. Untuk menonjolkan bahwa ini merupakan dunia pertanian," katanya. (*)
Sumber : KRJogja.com


Previous
Next Post »

Post Comment

 
loading...