Kamis, 27 April 2017

Wisata Sungai Belanda Bontang Kuala Wajib Kamu Coba Ketika Ke Bontang



Kelurahan Bontang Kuala, Kalimantan Timur, kini memiliki destinasi wisata yang mulai ramai dikunjungi wisatawan. Sungai Belanda namanya.

Destinasi tersebut dikelola oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna Bontang Kuala. Sungai Belanda termasuk dalam daerah konservasi.

Selain menyimpan banyak cerita sejarah, para wisatawan dapat menyaksikan hamparan manggrove dan berbagai jenis fauna di sana.

Pada masa penjajahan Belanda, masyarakat Bontang Kuala banyak yang bersembunyi di tempat ini. Sungai Belanda ini juga merupakan tempat masyarakat menyambung hidup dengan cara memancing ikan, udang dan hewan-hewan laut lainnya.

Dengan dipandu tour guide berpengalaman, sepanjang perjalanan menyusuri sungai ini, kita dapat melihat berbagai vegetasi tumbuhan bakau, aneka fauna, serta pemadangan laut yang bersih bebas dari sampah

Kelurahan Bontang Kuala merupakan salah satu kawasan wisata andalan di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Kampung atau permukiman penduduk di atas laut yang ada di lokasi ini menjadi daya tarik yang mampu memikat banyak wisatawan.

Tidak hanya pemandangan laut yang indah. Jalan di sepanjang permukiman warga yang dibuat seolah jembatan kayu terpanjang juga menambah suasana alami ketika mengunjungi tempat ini. Apalagi semua tiang hingga papan jembatan dibuat seluruhnya dari kayu ulin, satu jenis pohon kayu khas Kalimantan.

“Bontang Kuala saya nilai sangat unik karena permukiman penduduk berada di atas air laut, sehingga laut itu menjadi kolong rumah warga. Kondisi inilah yang menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjunginya,” ujar Lurah Bontang Kuala, Eko Mashudi.

Eko mengatakan, saat ini pengunjung sudah bisa makin nyaman ketika mengunjungi tempat ini. Pihaknya sudah berhasil membenahi lokasi parkir dan terminal di depan pintu masuk permukiman Bontang Kuala, lokasi batas darat dan laut yang masih bisa dilewati kendaraan roda empat atau lebih. Sebelumnya, lokasi parkir dan terminal di Bontang Kuala sangat sempit, namun kini sudah diperluas.

Pengunjung pun bisa makin nyaman berbelanja hasil olahan di daerah ini. Sejumlah warga yang selama ini berjualan hasil laut berupa ikan asin, ikan olahan, rumput laut olahan dan sejenisnya, telah dipindah di samping tempat parkir tersebut berupa Kios UMKM.

Ke depan, Eko telah memprogramkan untuk melakukan penataan kios UMKM di dekat terminal tersebut agar menjadi lebih rapi. Sehingga kios yang saat ini masih terkesan belum tertata itu akan dibangunkan lokasi dekat kios lama dan ditata lebih bagus lagi.

Ia berharap sejumlah penataan kawasan yang dilakukan, ditambah pelatihan bagi perajin olahan hasil laut bagi industri keluarga hingga pelaku UMKM di kios terkait kesehatan olahan makanan, dapat terus meningkatkan kunjungan wisatawan baik yang sekedar menikmati alam Bontang Kuala maupun membeli oleh-oleh khas Bontang.

Belum lama ini, Bontang Kuala menjadi juara pertama dalam Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2016. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kepada Lurah Bontang Kuala Eko Mashudi, 15 Agustus lalu.

Menurut Eko,, para juri tim verifikasi terkesan dan tak menyangka ada permukiman di atas laut. Belum lagi soal e-service atau pelayanan elektronik dari Kelurahan Bontang Kuala. Pelayanan ini, para Ketua RT bisa langsung mengaksesnya melalui smartphone dimanapun jika ada warganya yang membutuhkan pelayanan. RT tinggal mengakses website Kelurahan Bontang Kuala di alamat www.kelurahanbontangkuala.com kemudian membuka aplikasi pelayan surat yang dibutuhkan.

“Masyarakat yang menguruskan suratnya, saat tiba di kantor Lurah semuanya sudah siap dan tinggal tanda tangan saja,” ujar dia.

Meski demikian, pelayanan e-service masih diterapkan secara bertahap. Pasalnya masih ada kendala soal keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), yakni Ketua RT yang belum bisa mengaplikasikan smartphone. Namun pelayanan e-service masih bisa dilayani oleh Sekretaris RT.

Previous
Next Post »

Post Comment

 
loading...